Monday, January 26, 2009

Mari Solat Sunat Gerhana..


Hari ini, dijangka akan berlakunya fenomena alam iaitu Gerhana Matahari. Ia dijangka berlaku lebih kurang pukul 4.30 petang. Fenomena ini boleh disaksikan secara langsung di angkasa.gov.my . Fenomena ini dijangka akan berulang dalam jangka masa dua tahun lagi di lautan atlantik.

Oleh itu, marilah kita sama-sama menunaikan solat sunat gerhana untuk mengucapkan rasa syukur dan merendahakan diri dengan kekuasaan Allah yang Maha Perkasa.

Happy Chinese New Year



Saya ingin mengucapkan selamat menyambut Tahun Baru Cina kepada kaum Cina / Tionghua dimana saja mereka berada. Gong Xi Fa Chai, Sin yen kuai le.
Semoga tahun baru anda dilimpahi dgn kegembiraan dan kesejahteraan.
(Untuk pengetahuan: Tahun Baru Cina juga disambut oleh Muslim dari kaum Cina kerana ianya adalah sambutan tahun baru dlam kalendar kaum mereka)

Sunday, January 25, 2009

Insiklopedia Islam- C


C
Cahaya Ilahi

Islam adalah agama wahyu yang diturunkan Allah untuk umat manusia. Berbagai ayat atau tanda bertebaran bukan hanya pada teks-teks Alquran tapi juga pada seluruh ciptaanNya. Allah dalam memberikan ayat-ayat Nya selalu menyajikan dengan kemasan yang sangat indah, simbolik, namun sarat makna. Dan semua itu hanya bisa dimengerti oleh hamba-hambaNya yang dibersihkan hatinya.

Di antara perlambang yang seringkali digunakan Allah adalah cahaya. Dalam Surat An-Nur ayat 35, Allah berfirman:

Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis) , Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan- perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Biasanya simbol cahaya (nur) digunakan untuk merefleksikan makna hidayah atau petunjuk. Sebagaimana sinar matahari yang menerangi bumi sehingga manusia dapat melakukan banyak hal di muka bumi. Cahaya atau petunjuk dalam Islam disebut dengan Hidayah. Oleh Allah, setiap hamba sangat dianjurkan untuk selalu meminta hidayah kepadaNya, karena hanya Allah yang memiliki dan memberikan hidayah kepada kita. Dan cara terbaik memohon hidayah kepadaNya adalah melalui ibadah shalat.
Pada dasarnya shalat adalah satu upaya bagi hamba untuk selalu memperoleh petunjuk dan bimbingan dariNya. Karena tugas manusia sebagai khalifah adalah menjaga semesta ini, maka sesungguhnya setiap manusia selalu membutuhkan bimbingan tentang bagaimana mengolah semesta dan kehidupan ini dengan sebaik-baiknya, agar memberikan kemaslahatan bagi semua pihak.

Hidayah Allah yang diberikan ketika shalat bermakna sangat luas. Hidayah atau cahaya Ilahy ini dapat berupa apa saja, menyesuaikan dengan peran kekhalifahan yang diemban setiap hamba. Terkadang, hidayah itu berupa inspirasi, gagasan, imajinasi, pemikiran-pemikiran atau kreativitas yang kemudian dapat memberikan kebahagiaan kepada sesama manusia. Akhirnya, bila setiap hamba mau merenungkan lebih jauh, apa pun profesi atau bidang yang digeluti, maka shalat dapat menjadi media efektif kita untuk mempertajam daya pikir, daya juang, daya kreatif, hingga emosi kita dalam menapaki roda kehidupan ini.
Allah adalah cahaya diatas cahaya, Dia-lah yang mengeluarkan manusia dari kegelapan (dhulumat) menuju terang (An Nur).

Ada dua jalan terang (An Nur) yang diturunkan Allah kepada manusia, yaitu berupa kitab suci yang tertulis (Al Qur'an) dan berupa ilham yang diturunkan kedalam hati tidak berbentuk tulisan. Namun keduanya tidak bisa dipisahkan, karena masing-masing saling membenarkan petunjuk tersebut. Wahyu yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. sebagai landasan kebenaran yang akan dialami bagi orang-orang beriman berupa ilham yang diturunkan kedalam hatinya. Apabila hati orang-orang mukmin merasakan ketenangan ketika menyebut nama Allah, maka sesungguhnya pengalaman ini telah selaras dengan keterangan dalam Al qur'an. Berarti wahyu yang tertulis dengan petunjuk Allah yang dirasakan oleh orang-orang beriman adalah sama . Kebanyakan orang hanya mampu memahami Al qur'an sampai batasan ilmu pengetahuan. Sedangkan orang-orang beriman dalam memahami Al Qur'an, disamping memahami secara tertulis juga memahami berupa cahaya ilahi yang diturunkan kedalam hatinya.

Maka apakah orang-orang yang dibukakan hatinya oleh Allah untuk (menerima) agama Islam lalu dia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang-orang yang membatu hatinya)? Maka celakalah yang membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka dalam kesesatan yang nyata. (QS. AZ Zumar [39]:22)

Kenyataan ini telah dirasakan oleh hampir semua orang-orang Islam, bahwa ilmu agama sudah dalam genggaman otaknya. Namun kemampuan untuk melaksanakan agama dan merasakan amatlah sulit. Seperti rasa iman dan taqwa, secara umum orang bisa memahami dengan pengetahuannya, namun hatinya belum tentu mampu merasakan iman yang apabila disebut nama Allah bergetar hatinya. Innamal mukminuna alladzina idza dzukira allahu wajilat quluubuhum.. ...(QS Al Anfaal [8]:2). Banyak orang shalat namun belum tentu merasakan kenikmatan shalat, banyak orang berdzikir belum tentu mereka merasakan ketenangan hatinya.
Dan Allah telah menegaskan bahwa semua petunjuk Allah dalam Al qur'an mengarahkan kita untuk memohon pertolongan kepada Allah dalam beribadah, karena tidak seorangpun yang mampu beribadah tanpa pertolongan Allah melalui cahaya-Nya (iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in) Baik membersihkan hati dari kekejian dan kemungkaran, kesabaran, dan ketaqwaan. Semuanya harus melalui tuntunan ilahy dengan cahaya yang menyinari. Sebab tanpa tuntunan-Nya mustahil kita mampu berbuat baik.

Wa nafsin wama sawwaha fa alhamaha fujuraha wataqwa. Demi jiwa dan penciptaannya, kepada jiwa itu diilhamkan jalan keburukan dan jalan ketaqwaan.(QS Asy Syams [91]:7-8).

....wash bir wa ma shabruka illa billa. Bersabarlah kamu, akan tetapi kamu tidak akan bisa sabar kecuali dengan pertolongan Allah ( QS An Nahl [16]:127).

Kalaulah tidak ada kekuatan dan rahmat Allah, tidak ada diantara kalian yang mampu bersih hati selamanya, kecuali Allah yang akan membersihkan hati siapa saja yang dikehendaki. ( QS. Annur [24]: 21)

Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. (QS. Yusuf [12]:53)

Al Qur'an telah menyadarkan kita, bahwa tidak ada satupun orang mampu berbuat baik, kecuali melalui tuntunan hidayah-Nya. Inilah spiritualitas yang hadir sejak menusia diturunkan kemuka bumi. Spiritual adalah relasi sejarah yang pernah terjadi pada saat manusia mengambil saksi atas adanya Allah dan sanggup menerima tugas kekhalifahan dimuka bumi.

Alastu birabbikum ? Qaaluu balaa syahidna.... Bukankah Aku ini Tuhanmu, tentu ya Allah kami bersaksi atas keberadaan-Mu. ...(QS. Araaf [7]:172)

Kesadaran spiritual ini menunjukkan, bahwa didalam menjalankan kehidupan dimuka bumi, memerlukan petunjuk langsung dari Allah melalui shalat untuk mendapatkan informasi berupa intuisi atau melalui ayat-ayat Allah yang tertulis. Hal ini yang dilakukan oleh Nabi Muhamad pada saat mengalami problem, beliau melakukan shalat untuk mendapatkan petunjuk dan bimbingan dalam menyelesaikan masalahnya.

Fai dza hazabahu amrun faza'a ilash shalati .

Abu Sangkan

Saturday, January 24, 2009

InsiklopedIa Islam- B


B
Bismillahirrahmarir rahim

Bagi setiap muslim, tentu sangat akrab dengan satu lafadz yang senantiasa dibaca dalam berbagai aktivitas keseharian; lafadz tersebut adalah: BISMILLAHIRRAHMANIR RAHIM yang artinya "Dengan Menyebut Asma Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang"�. Mengucapkan "Basmallah" sangat dianjurkan ketika hendak memulai suatu urusan yang baik seperti makan, hendak minum, naik kendaraan, membaca Al Qur'an dan sebagainya. Rasulullah bersabda: setiap perkara yang baik tidak dimulai dengan bismillahirrahmanir rahim, maka dia terputus. (HR. Al Khatib) (lihat Aqimusshalah hal 215), As siraj al lMunir, jilid 3, hal 86)

Pada lafaz Rahman dan Rahim, meski keduanya berasal dari Asmaul Husna; namun masing-masing memiliki titik tekan yang berbeda; Rahman adalah cinta kasih Tuhan untuk menjadikan sesuatu kepada hamba-hambaNya; sedangkan Rahim adalah cinta kasih Tuhan untuk menyempurnakan segala apa yang diberikan kepada hamba-hambaNya.

Terlepas apakah Bismillah menjadi bagian dari surat Al Fatihah dalam Alquran atau tidak; kalimat Bismillahirrahmanir rahim memiliki kedudukan yang sangat penting dalam ibadah shalat. Perbedaan ekspresi dalam mengucapkan Bismillah hanya pada masalah diucapkan (diartikulasikan) atau cukup di hati saja. Ada dua pendapat mengenai bacaan "bismillahirrahmani rrahim" di saat membaca surat Al Fatihah dalam shalat. Dibaca dengan suara jahar (keras) atau dibaca dengan suara sirr (pelan).

Pendapat yang membaca Basmalah dengan dijaharkan berasal dari riwayat Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah senantiasa menjaharkan Basmallah pada dua surat sampai dia wafat (HR Daruqutni); Lihat Sunan Daaruqutni, jilid 1, juz 1 hal 304).

Diriwayatkan dari Nu'man Al munir. Aku pernah Shalat dibelakang Abu Hurairah ra. Maka ia membaca bismillahirrahmanir rahim kemudian dibacanya ummul Al qur'an (surat Alfatihah) dan didalam hadist tersebut tatkala mengucapkan salam dia berkata. Demi Tuhan yang diriku berada dalam genggaman kekuasaan-Nya. Sesungguhnya shalatkulah yang paling mirip dengan Rasulullah (HR. An Nasai) - Sunan An Nasai, jiid 1, juz 2, hal 134.

Pendapat kedua, membaca Basmalah dengan pelan (sirr).
Dari Anas ra. Berkata: aku dengan Rasulullah saw dengan Abu bakar, Umar dan Usman, tetapi aku tidak pernah mendengar mereka membaca "bismillahirrahmani rrahim"� (HR. Imam Muslim)

Dari Anas ra bin Malik. berkata: Aku biasa Shalat dibelakang nabi saw. Di belakang Abu Bakar, Umar dan Usman. Mereka hanya memulai bacaaan dengan "alhamdulillahi rabbil 'alamin" dan tidak pernah kudengar mereka membaca bismillahirrahmanir rahim pada awal bacaan (alfatihah) dan tidak pula pengahabisannya. ( HR, imam Muslim).

Didalam ensiklopedi Nurcholis Majid hal. 362 menyebutkan, bahwa dalam shalat membaca Al Fatihah bukanlah suatu persoalan, sedangkan bismillahirrahmanir rahim termasuk di dalam surat Al Fatihah atau tidak, masih diperselisihkan. Kalau mengambil berbagai pendapat mengenai surat Al Fatihah, maka yang wajib betul dibaca dalam shalat adalah dimulai dengan "Alhamdulillah" sampai "wa la al dhallin", sedang membaca "bismillah"- nya tidak wajib.

Pemahaman ini tidak berarti mengatakan bahwa bismillah bukan dari Al Qur'an. Bahwa bismillah bagian dari Al qur'an memang betul, yaitu terdapat dalam surat Al Naml, yang menceritakan tentang surat Nabi Sulaiman kepada Ratu Bilqis dari Sulaiman dan dimulai dengan kalimat sebagai berikut, "Dengan nama Allah Maha Pemurah, Maha Pengasih” (QS,27:30). Sebelum surat ini turun, ketika hendak membaca Al Qur'an, Nabi membaca "bismikallahumma" . Jadi bismillah pada awal surat yang turun sebelum Al Naml merupakan tambahan dari Nabi. Ini sekedar untuk menjelaskan kenapa ada orang yang membaca bismillah dengan keras dan ada yang tidak dalam shalat. Persoalan ini saya kira sudah selesai masalahnya, tidak perlu kita perdebatkan.

Kita akan mengambil makna dari surat Al Fatihah yang dibaca pada awal berdiri dalam shalat. Yaitu diawali kalimat "bismillahirrahmani rrahim", Dengan Nama Allah Yang Maha pengasih dan Maha Penyayang�. Sebenarnya mengandung bentuk kesadaran yang dalam bagi asal usul penciptaan manusia. Yaitu tentang tujuan Allah menciptakan “manusia” untuk dijadikan "khalifah" dimuka bumi ini. Suatu penghormatan tertinggi atas manusia yang diberi kelebihan kedudukan diatas malaikat dan iblis. Maka dari itu, manusia memiliki kekuasaan untuk mengatur dan memelihara kelangsungan hidupnya maupun alam sekitarnya.

Hal inilah yang dikatakan oleh Nabi, bahwa barang siapa yang tidak membaca "bismillahirrahmani rrahim" dalam setiap pekerjaannya sesungguhnya mereka telah terputus. Artinya manusia telah mengkhianati akan tugas yang diberikan kepadanya, bahwa setiap kebaikan yang dilakukan seharusnya mengatasnamakan Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang, bukan mengatasnamakan dirinya atau keluarganya. Dan didalam menjalankan tugas mulia ini, Allah mengingatkan bahwa sesungguhnya manusia adalah "Duta Besar"� Allah yang diutus untuk mengurus bumi dan seisinya. Karena sebagai duta besar Allah, maka setiap urusan harus dimulai mengucapkan "bi ismillah"� (Atas Nama Allah) bukan "bi ismii"� (Atas nama diri sendiri).

Itulah mengapa didalam shalat dimulai dengan membaca surat Al Fatihah. Didalamnya terkandung pujian dan doa untuk memohon petunjuk dalam menjalankan tugas sebagai khalifah. Agar tidak menyimpang dari ketentuan Allah, yaitu jalan yang lurus dan bukan jalan orang-orang yang sesat, iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'iin, ihdina as shiratal mustaqiim, shirata alladzina an'amta 'alaihim, ghairil maghdhubi 'alaihim wa la adhaliin ..... Dengan memaknai pujian dan doa dalam surat Al Fatihah ini, sebenarnya seorang yang menyadari atas bacaan Al Fatihah, akan dibentuk kesadarannya sebagai hamba Allah yang sangat akrab dengan Tuhannya. Disaat mengucapkan makna "kepada-Mu aku menghamba (ibadah) dan kepada-Mu aku memohon pertolongan" , serta "memohon petunjuk atas jalan terang (hidayah) dari kegelapan pikiran maupun hati". Apabila seseorang membaca dan memaknai dengan benar atas dialog yang disampaikan, pastilah orang-orang yang shalat selalu mendapatkan tuntunan dalam hidupnya dari Allah Swt.

Abu Sangkan

Friday, January 16, 2009

LIHATLAH DUNIA!!!



Apa yang kita tahu sekarang ini ialah telah masuk hari yg ke-22 pencerobohan Israel Laknatullah ke atas Gaza. Jika kita lihat Amerika Syarikat tetap dgn pendiriannya, "Hak Israel untuk mempertahankan diri". Satu logik yang bodoh.
segala pertuduhan dibuat untuk membenarkan segala perlakuan mereka. Amerika yang awalnya mahu menyokong resolusi PBB tentang kekejaman Israel, mendadak menyokong kembali kezaliman algojo yang tidak berkemaluan (baca:Israel). Setelah didedahkan, rupa-rupanya teori Amerika dikawal Yahudi Zionis ternyata benar. Bush mengaku yang Ehud Olmert menelefonnya kemudian menyuruh Bush mengambil sikap berkecuali dalam Penyokongan Resolusi Gaza. Satu lagi fakta lain, untuk memenangi jawatan Presiden Amerika, calon mestilah melobi dengan Persatuan Yahudi Zionis dan menyokong serta berjanji untuk mendukung segala tindak-tanduk mereka. Pada hemat saya, perlantikan Obama sebagai Presiden baru Amerika tidak akan membawa apa-apa perubahan pada rakyat Palestin kerana dasar luar mereka tidak akan memungkinkan itu berlaku. Bahkan Presiden-Presiden yang mendatang pun tidak ada gunanya.

PEMIMPIN-PEMIMPIN ARAB, SINGA ATAU KELDAI?




Inikah dia pemimpin Arab yang kita harapkan? Seorang taukeh besar minyak dunia, seorang lagi "Tuan Presiden Terhormat" Palestin. Tahukah anda, kedua-dua mereka ini mempunyai hubungan erat dengan Amerika? Hai penjaga Dua Tanah Suci, sedarlah!!!
Perlakuanmu memboikot persidangan Negara-Negara Arab kelmarin membuatkan Gaza terus bermandi darah. Sedarlah kami semua memerlukan sentuhan kuasamu wahai Raja Abdullah. Apa yang negara-negara Islam harapkan adalah Arab Saudi menjadi peneraju kepada memboikot segala hubungan dengan Amerika, sekat penjualan minyak kepada proksi kejahatan dunia itu, halau mereka dari seluruh Tanah Arab.
Saya memuji tindakan Presiden Venezuela & Cuba untuk memutuskan hubungan mereka dengan Israel. Tindakan mereka ini tamapak lebih Islamik dari Penjaga Dua Tanah Suci!!!
Saya juga menyokong penuh dengan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad yang tetap lantang menyuarakan bantahan serta sedia untuk bersatu demi Umat Islam sejagat.

Inilah dia sosok pemimpin Islam yang dinanti-natikan. Tidakkah Pemimpin Arab melihat semua ini. Ketepikanlah pegangan politik anda, ketepikanlah persengketaan mazhab, bersatulah untuk menyelamatkan dunia Islam.

LAGU PENYATUAN UMMAH

Akhir sekali, cubalah kita hayati lagu ini