Sunday, May 31, 2009

Sajak-MELAYU

MELAYU


Melayu itu orang yang bijaksana
Nakalnya bersulam jenaka
Budi bahasanya tidak terkira
Kurang ajarnya tetap bersantun
Bila mengampu bijak beralas tangan

Melayu itu berani jika bersalah
Kecut takut kerana benar
Janji simpan di perut
Selalu pecah di mulut
Biar mati adat
Jangan mati anak

Melayu di Tanah Semenanjung luas maknanya
Jawa itu Melayu, Bugis itu Melayu,
Banjar juga disebut Melayu,
Minangkabau memang Melayu,
Keturunan Aceh adalah Melayu,
Jakun dan Sakai asli Melayu,

Arab dan Pakistani semua Melayu,
Mamak dan Malbari serap ke Melayu,
Malah Mualaf bertakrif Melayu.

Dalam sejarahnya,
Melayu itu pengembara lautan,
Melorongkan jalur sejarah zaman,
Begitu luas daerah sempadan,
Sayangnya kini segala kehilangan.

Melayu itu kaya falsafahnya
Kias kata bidal pusaka
Akar budi bersulamkan daya
Gedung akal laut bicara

Malangnya Melayu itu kuat bersorak
Terlalu ghairah pesta temasya
Sedangkan kampung telah tergadai
Sawah sejalur tinggal sejengkal
Tanah sebidang mudah terjual

Meski telah memiliki telaga
Tangan masih memegang tali
Sedang orang mencapai timba
Berbuahlah pisang tiga kali
Melayu itu masih bermimpi
Walaupun sudah mengenal Universiti
Masih berdagang di rumah sendiri

Berkelahi cara Melayu, menikam dengan pantun,
Menyanggah dengan senyum,
Marahnya dengan diam
Merendah bukan menyembah
Meninggi bukan melonjak.

Watak Melayu menolak permusuhan
Setia dan sabar tiada sempadan
Tapi jika marah tak nampak telinga
Musuh dicari ke lubang cacing
Tak dapat tanduk telinga dijinjing
Maruah dan agama dihina jangan
Hebat amuknya tak kenal lawan

Berdamai cara Melayu indah sekali
Silatulrrahim hati yang murni
Madah diungkap sentiasa disahut
Tangan dihulur sentiasa bersambut
Luka pun tidaklah lagi berparut
Baiknya hati Melayu itu tiada terbandingan
Segala yang ada sanggup diberikan
Sehingga tercipta sebuah kiasan
"Dagang lalu nasi ditanakkan,
Suami pulang lapar tak makan,
Kera di hutan disusukan,
Anak di pangkuan mati kebuluran."

Bagaimanakah Melayu
Di abad dua puluh Satu
Masihkah tunduk tersipu-sipu ?
Jangan takut melanggar pantang
Jika pantang menghalang kemajuan

Jangan segan menentang larangan
Jika yakin kepada kebenaran
Jangan malu mengucapkan keyakinan
Jika percaya kepada keadilan

Jadilah bangsa yang bijaksana
Memegang tali memegang timba
Memiliki ekonomi mencipta budaya
Menjadi tuan di negara merdeka.

Hasil Nukilan :
Dato' Dr. Usman Awang

Tuesday, May 19, 2009

Ensiklopedia Islam- E


(Syeikh Nazim Adil Al-Haqqani, Mufti Besar Cyprus Utara, Sedang menunaikan Solat)
F
Fikih

Satu hal penting dalam pembahasan shalat adalah fikih. Karena fikih sebagai kompilasi hukum Islam di dalamnya memuat aturan-aturan, tata cara dan prosedur penyelenggraan ibadah, termasuk penyelenggaraan ibadah shalat. Sholat dalam fiqih adalah rangkaian gerak gerik yang kita mulai dengan niyat, talbiratul ihram, dan lalu diahiri dengan salam, diawali dengan “Allahu akbar” yang diahiri dengan ucapan “assalamu alaikum”. Artinya kita tidak akan dapat melakukan sholat tanpa melakukan tahap serta syarat dalam fiqihiyah tersebut. Akan tetapi rutinitas sholat fiqiyah tersebut hanya menonjolkan sisi fisik dari penyembahan terhadap Tuhan, serta kecendrungan yang muncul adalah shalat hanya dimaknai sebagai sebuah kewajiban hamba terhadap Tuhannya, sehingga sholat hanya rutinitas yang menjemukan bagi umat manusia.
Kalau diperhatikan dari maknanya “fiqh” berasal dari bahasa Arab “fiqhun”, berarti pemahaman yang mendalam atas tujuan gerakan (perbuatan) dan perkataan. Makna ini diambil dari pengertian kata Fiqh dalam Al qur’an.
Famali haa ulaai al qaumi yakaduna yafqahuna hadiitsa ......
.....maka mengapa orang-orang itu (kaum munafiq) hampir-hampir tidak memahami (yafqahuna) pembicaraan sedikitpun ( QS, An Nisa, ’: 78)
.....mereka memilki hati, akan tetapi tidak dapat memahami (QS, Al A’raf [7] : 179 )
waman yuridillahu bihi khairan yufaqqihu fi addin .....
.....barangsiapa yang dikehendaki Allah suatu kebaikan, maka Allah pahamkan dalam beragama.
Fiqh shalat secara khusus memiliki kelengkapan makna dan pemahaman yang terkandung dalam setiap gerakan dan ucapan yang disyariatkan oleh Allah Swt. Sehingga setiap gerakan seperti takbir, rukuk, sujud, iftirasy, tahiyyat dan salam tidak hanya sekedar bergerak. Akan tetapi merupakan sebuah simbol-simbol gerak rasa kepatuhan dan kecintaan hati seorang hamba kepada tuhannya. Itu sebabnya mengapa Rasulullah menyuruh umatnya shalat dengan gerakan yang tumakninah, dan tidak dilakukan dengan terburu-buru. Karena setiap gerakan dalam setiap rakaat mempunyai faidah yang berpengaruh terhadap tubuhnya. Pada saat berdiri tumakninah maupun rukuk dan sujud dengan tumakninah, tulang-tulang maupun otot akan merasakan istirahat. Demikian juga setiap bacaan yang diucapkan akan memberikan pengaruh kepada perubahan jiwa bagi yang shalat dengan merendahkan hatinya. Karena setiap berdoa, berarti berhubungan dengan Yang Maha Menciptakan.
Rasulullah menuntun tata cara shalat secara khusus dan bersifat mahdhah. Yaitu suatu syariat yang bersifat baku dan tidak boleh ada seorangpun yang merubah tatanan shalat ini. Dasar ini mengacu kepada sabda Rasulullah “shallu kama raitumuni ushalli, shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat Aku shalat".
Tuntunan praktis yang diajarkan rasulullah kepada para sahabat ini, disampaikan turun-temurun sampai kepada umat Islam sekarang. Walaupun ada perbedaan sedikit masalah furu’ (cabang-cabang) tetapi tidak merubah rukun ketetapan prinsip syar’i. Hal ini hanya disebabkan karena perbedaan dalam memahami peristiwa yang dilakukan Nabi dalam menjalankan ibadah shalat yang memang menyesuaikan kondisi jamaah pada waktu itu.

Banyak hadist Rasulullah yang menceritakan bahwa beliau selalu mengkontrol gerakan shalat dan kekhusyu’an para sahabat ketika melakukan shalat. Ketika diantara ada jamaah yang salah melakukan ruku’ atau sujud. Beliau langsung menegur dan membetulkan shalatnya, lalu jamaah yang lainnya mengikutinya. Namun berita-berita pengajaran Nabi kepada jamaah tidak selalu lengkap yang kita peroleh dari ahli fiqh. Karena dalam setiap pengajaran dan praktek yang dilakukan oleh nabi kepada para sahabat berbeda-beda. Terkadang nabi shalat gerakannya agak dipercepat ketika menghadapi jamaah yang sepuh. Dan terkadang pula Nabi shalat membutuhkan waktu yang lama, sehingga pernah dikeluhkan oleh sahabat yang mengikuti berjamaah dengan Beliau. Dengan adanya perbedaan kondisi dan situasi yang dibawakan oleh Nabi, menyebabkan seolah-olah shalat yang dilakukan diberbagai negara Islam itu berbeda-beda. Karena kebanyakan umat mengira shalat nabi hanya melakukan satu gaya
saja. Sehingga ketika ada seorang dari mazhab yang lainnya melaksanakan shalat yang berbeda, dianggap bid’ah dan sesat. Hal inilah yang menyebabkan perdebatan pada kalangan masyarakat, karena ketidaktahuan proses sejarah rilwayah dan dirayah hadist maupun mustahul hadist.
Sahabat Nabi memperoleh kedudukan sangat penting dalam fikih.
Pertama, sebagai ahli hadits karena mereka adalah orang yang berjumpa dengan Rasulullah saw dan meninggal dunia sebagai orang Islam. Karena itu, dari mereka pula kita mewarisi ikhtilaf (perbedaan) di kalangan kaum Muslim.
Kedua, era sahabat juga dikenal sebagai masa berakhirnya masa tasyri'. Inilah embrio ilmu fiqh yang pertama. Bila pada zaman tasyri' orang memverifikasi pemahaman agamanya atau mengakhiri perbedaan pendapat dengan merujuk pada Rasulullah, maka pada zaman sahabat rujukan itu adalah diri mereka sendiri. Sementara itu, perluasan kekuasaan Islam dan interaksi antara Islam dengan peradaban-peradaban lain menimbulkan masalah-masalah baru. Dan para sahabat merespon situasi ini dengan mengembangkan fiqh (pemahaman) mereka.
Ketika menceritakan ijtihad pada zaman sahabat, Abu Zahrah menulis: Di antara sahabat ada yang berijtihad dalam batas-batas al-Kitab dan al-Sunnah, dan tidak melewatinya; ada pula yang berijtihad dengan ra'yu bila tidak ada nash, dan bentuk ra'yu-nya bermacam-macam; ada yang berijtihad dengan qiyas seperti Abdullah bin Mas'ud; dan ada yang berijtihad dengan metode mashlahat, bila tidak ada nash.
Dengan demikian, zaman sahabat juga melahirkan prinsip-prinsip umum dalam mengambil keputusan hukum (istinbath; al-hukm); yang nanti diformulasikan dalam kaidah-kaidah ushul fiqh.
Ketiga, ijtihad para sahabat menjadi rujukan yang harus diamalkan, perilaku mereka menjadi sunnah yang diikuti. Al-Syathibi menulis, "Sunnah sahabat r.a. adalah sunnah yang harus diamalkan dan dijadikan rujukan". Dalam perkembangan ilmu fiqh, madzhab sahabat - sebagai ucapan dan perilaku yang keluar dari para sahabat - akhirnya menjadi salah satu sumber hukum Islam di samping istihsan, qiyas, mashalih mursalah dan sebagainya. Madzhab sahabat pun menjadi hujjah. Tentang hal ini, ulama berbeda pendapat. Sebagian menganggapnya sebagai hujjah mutlak; sebagian lagi sebagai hujjah bila bertentangan dengan qiyas; sebagian lainnya hanya menganggap hujjah pada pendapat Abu Bakar dan Umar saja, berdasarkan hadits "berpeganglah pada dua orang sesudahku, yakni Abu Bakar dan Umar"; dan sebagian yang lain, berpendapat bahwa yang menjadi hujjah hanyalah kesepakatan khulafa' al-Rasyidin.
Karena posisi sahabat begitu istimewa, maka tidak mengherankan bila mazhab sahabat menjadi rujukan penting bagi perkembangan fiqh Islam sepanjang sejarah. Tentu saja, menurut kesepakatan ahl al-sunnah, di antara para sahabat itu yang paling penting adalah khulafa al-rasyidun. Bila mereka sepakat, pendapat mereka dapat membantu memecahkan masalah fiqh; bila mereka ikhtilaf, mazhab sahabat menimbulkan kemusykilan yang sulit diatasi.
Fiqh para sahabat (khulafa rasyidun) adalah fondasi utama dari seluruh bangunan fiqh Islam sepanjang zaman. Fiqih shahabi memberikan dua macam pola pendekatan terhadap syari'ah yang kemudian melahirkan tradisi fiqh yang berbeda. Ikhtilaf di antara para sahabat, selain mewariskan kemusykilan bagi kita sekarang, juga - seperti kata 'Umar ibn Abdul Aziz - menyumbangkan khazanah yang kaya untuk memperluas pemikiran.
Setelah Nabi Muhammad saw meninggal dunia, orang-orang Islam bertanya pada sahabat dalam urusan hukum-hukum agama. Tidak semua sahabat menjawab pertanyaan mereka, dan mereka pun tidak bertanya pada semua sahabat. Sebagian sahabat sedikit sekali memberi fatwa, mungkin karena ketidaktahuan, kehati hatian, atau lagi-lagi pertimbangan politis. Sebagian lagi banyak sekali memberi fatwa, mungkin karena pengetahuan mereka, atau karena posisinya memungkinkan untuk itu.
Menarik untuk dicatat, bahwa dalam khazanah fiqh ahl al-Sunnah para khalifah sedikit sekali memberi fatwa atau meriwayatkan al-hadits. Abu bakar meriwayatkan hanya 142 hadits, Umar 537 hadits, Utsman 146 hadits, Ali 586 hadits. Jika semua hadits mereka disatukan hanya berjumlah 1411 hadits, kurang dari 27% hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah (Abu Huraiah meriwayatkan 5374 hadits). Itu karena para tabi'in, yakni mereka yang berguru pada sahabat, umumnya bukanlah murid al-Khulafa al-Rasyidin.

Abu Sangkan

Sunday, May 10, 2009

Selamat Hari Ibu


Dapatkan Mesej Bergambar di Sini


Selamat Hari Ibu buat semua kaum ibu tidak kira dimana sahaja anda berada anda berada. Jasa ibu tidak bertepi, dari dahulu hingga kini.
Wahai ibu engkaulah wali, doamu dikabul Rabbul Izzati.
Duhai ibu penawar duka, tak kira pangkat, tempat dan juga masa.
Engkau ibu sepanjang zaman, insan pilihan disayang Tuhan.
Engkau ibu dijunjung agama, disebut Rasul, Nabi dan Quran.

Oleh itu, marilah kita semua tidak kira tua dan muda walau berbeza agama serta kedudukan, ucapkanlah Selamat Hari Ibu kepada ibu yang tercinta. Adalah amat malang bagi umat masa kini yang makin hilang kewarasan serta kesedaran, mengherdik ibu masing-masing. Teringat pula saya akan Hadith Rasulullah yang bermaksud "salah satu tanda akhir zaman ialah apabila para ibu melahirkan tuannya sendiri". Benarlah sabda Rasul jika dilihat dalam konteks masa kini.

Apakan tidaknya, ibunya diperlakukan seperti orang kelas bawahan. Diherdik, dihamun, disepak terajang oleh binatang yang bertopengkan insan. Ingatlah wahai insan, Allah melarang kita untuk berbicara dengan ibu dengan kasar walaupun berkata "uhh" atau "ahh!!". Tetapi lihatlah sekarang, ibu sendiri ditengking...
Saya ada lihat dipekan, seorang ibu menunggu sahaja anaknya yang sedang bermain "games" di pusat komputer. Wah, seperti itu sekali ibu dilayan! Anak bagaikan tuan besar yang membiarkan ibu seperti orang bodoh menunggu diluar pusat komputer.

Saya sendiri mengaku yang kadangkala perlakuan saya sendiri melukakan hati ibu. Oleh itu, marilah kita sama-sama melakukan sesuatu sebaik mungkin untuk menyenangkan hati ibu lebih-lebih lagi pada hari ibu ini..

for all MOTHER!!!Prophet Muhammad said what for you:)
Holy Quran Lokman/14
And We have enjoined man in respect of his parents-- his mother bears him with faintings upon faintings and his weaning takes two years-- saying: Be grateful to Me and to both your parents; to Me is the eventual coming.

And your Lord has commanded that you shall not serve (any) but Him, and goodness to your parents. If either or both of them reach old age with you, say not to them (so much as) "Ugh" nor chide them, and speak to them a generous word.
HOLY QOR'AN ISRAA/23



Doa yang baik untuk diamalkan:

RABBIGH FIRLI WALI-WALIDAYYA, WARHAMHUMA KAMA RABBAYANI SAGHIRAA.

(Ya tuhan kami, ampunkanlah dosa ibu bapa kami dan kasihilah mereka, sebagaimana mereka mengasihi kami sewaktu kami kecil)

ALLAHUMMA ANZILIRRAHMAH, WAL BARAKAH, WAL MAGHFIRAH, WASSALAMAH, WA SYAFAATAN NABIYUNA MUHAMMAD (S.A.W) KHUSUSAN ALAINA WA 'ALA AULADANA FID DUNYA WAL AKHIRAH
(Ya Allahu, turunkanlah rahmat,berkat, keampunan, dan keselamatan, serta syafaat Nabi kami, Muhammad SAW khusus keatas kami dan kedua orang tua kami di dunia dan akhirat)

Amin... Ya Rabbal Alamin..

Lagu My Mother_ karya Yusuf Islam