Friday, January 28, 2011

Bicara Mathnawi

Assalamu 'alaikum...

Sedang2 melakukan blog walking... maklumlah, baru lepas habis kelas biology tutorial..hahaha.. Terjumpa dgn satu posting yg boleh dikatakan agak lama juga aku tak mendalaminya... Berkenaan Tasawwuf ataupun Sufism menurut istilah Inggerisnya...

Sebuah puisi yg terhimpun dlm kitab "MATHNAWI" karangan Mawlana Syeikh Jalaluddin Ar-Rumi. Kenal tak siapa Mawlana Ar-Rumi? =) Beliau mmg seorang yg Superb la dlm bidang2 kerohanian & teologi ni. Mungkin kalau ada masa akan aku buat satu posting ttg Mawlana Ar-Rumi.

Balik kepada tujuan asal, aku nak share satu puisi karangan Mawlana Ar-Rumi, maknanya sungguh mendalam... Yang aku sdr pun belum mampu utk merungkai maksud sebenarnya.... Daripada terus merapu tak tentu pasal, baik aku terus share sahaja puisi tu..


Bicara Mathnawi:

Hari ini kulihat Sang Tercinta, seri semarak segala perkara itu; Ia lepas menuju ke langit bagai ruh Mustafa.

Karena wajah-Nya, matahari menjadi malu, daerah langit terharu-biru sekacau kalbu; lantaran cerlangnya, air dan tanah lempung lebih bercahaya dari api menyala.

Aku berkata, “Berikan padaku tangga, agar aku dapat naik ke langit pula.” Jawab-Nya, “kepalamu ialah tangga; purukkan kepalamu lebih rendah dari kakimu.”

Bila kautempatkan kakimu lebih tinggi dari kepalamu, maka kakimu akan berada di atas kepala bintang-bintang; bila kau menyibak angkasa, injakkan kakimu di angkasa, nah, mulailah!

Seratus jalan ke angkasa—langit pun menjadi jelas bagimu; membubunglah kau di setiap samar fajar ke langit raya, bagai sebuah doa.






- Syaikh Jalaludin al Rumi-

No comments:

Post a Comment